Mengembangkan Sikap Futuwwah (2)

Para dermawan dalam kategori ini menganggap harta yang diberikan untuk kepentingan orang lain yang lebih butuh atau untuk kepentingan akhirat, lebih besar maknanya ketimbang harta yang disimpan untuk kepentingan diri sendiri. Menurut Al Junaid, kedermawanan berarti menahan diri dari segala yang menyakiti orang lain dan memberi makanan kepada orang lain. Ada juga yang mengatakan futuwwah…

Mengembangkan Sikap Futuwwah (1)

Futuwwah berasal dari akar kata fatiya-yafta, berarti memberikan kemudahan. Secara populer, futuwwah sering diartikan sebagai sikap kedermawanan seseorang. Dalam Islam, banyak figur sering dijuluki berkepribadian futuwwah, misalnya Nabi Muhammad SAW. Ia masih bisa membelah sebiji korma untuk dibagi kepada orang lain. Sifat ini diikuti oleh para sahabatnya seperti Umar Ibn Khaththab yang menggendong sendiri gandum pemberian pribadinya…

Al-Razi: Pendiri Rumah Sakit Modern

Ketika Al-Razi diminta oleh raja Daulah bin Buwaihi untuk mendirikan rumah sakit di Bagdad, maka ia meminta dipotongkan seekor kambing, lalu dagingnya ditebar dan digantung ke berbagai tempat di Bagdad. Empat hari kemudian dikontrol daging tersebut lalu ditentukan di mana daging paling awet dan paling lambat membusuk di situlah dibangun rumah sakit. Rumah sakit yang…

Al-Biruni: Peletak Dasar Metode Ilmiah

Al-Biruni yang bernama lengkap Abu Al-Raihan Muhammad ibn Ahmad ibn al-Biruni, lahir di Kath, Khwarismi, Iran. Ia termasuk pengembara ke berbagai pelosok dunia untuk melakukan ekpedisi ilmiah. Ia amat terkesan ketika ia mengikuti perjalanan Sultan Mahmud ke India. Di sana ia mempelajari bahasa Sansekerta dan berbagai hal mengenai India. Ia disebut oleh George Sarton (1952)…

Pendirian Observatoriom Maragah

Ketika Pasukan Hulagu Khan mengobarak-abrik kota ilmu pengetahuan Bagdad dan Persia, tampillah Nasiruddin Al-Thusi melobi jajaran pimpinan pasukan Hulagu agar karya-karya ilmu pengetahuan yang amat bermanfaat untuk kemanusiaan tidak dihancurkan. Nasiruddin bersedia membantu jika sekiranya Hulagu mau memanfaatkan jasanya sebagai ahli astronomi dan sekaligus astrologi. Ia juga menyampaikan kesediaannya untuk merawat sekaligus mengembangkan sejumlah laboratorium…

Perintis Tenaga Kincir Air (hydropower)

Ilmuan Islam telah berjasa merintis penciptaan daya melalui tenaga kincir air. Adalah Al-Jazari, yang bernama lengkap Badi Al-Zaman Abullezz Ibn Alrazz Al-Jazari. Ia lahir di Al-Jazari, antara sungai Tigris dan sungai Efrat, Iraq. Ia mengikuti ayahnya mengabdi kepada raja Urtuq atau Artuqid di Diyar Bakir dari 1174 sampai 1200. Ia dieglari The Father of Modern…

Ibn Haitsam sebagai Bapak Optik

Ibn Haitsam yang bernama lengkap Abu ‘Ali al-Hasan ibn al-Haitsam al-Bashri al-Mishri, atau di Barat lebih dikenal dengan nama Alhazen, lahir di Bashrah tahun 965 dan wafat di Kairo pada tahun 1039. Ia mengembangkan karirnya sebagai ilmuan sejati dalam masa pemerintahan Al-Hakim Ibn Amir Abdullah dari Dinasti Fatimiyah. Namanya mulai dikenal ketika ia diundang ke…