Jokowi Shalat Jumat di Masjid Istiqlal

JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo menunaikan ibadah Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (2/3/2018). Dari Istana Kepresidenan Jakarta, Jokowi menuju Masjid Istiqlal dan tiba sekitar pukul 11.55 WIB. Jokowi yang mengenakan batik lengan panjang ditemani sejumlah menteri. Diantaranya Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko…

Merangkul dalam Struktur Keluarga dan Pemerintahan

  Ketika Salman al-Farisi, seorang yang berketurunan Persia, belum memeluk agama Islam, ia sudah akrab dengan Nabi Muhammad Saw. Ia sering memberikan shadaqah dan hadiah kepada Nabi. dan para sahabatnya. Salman al-Farisi diperlakukan segaimana layaknya seorang muslim. Ia dikenal sebagai salah seorang arsitek perang yang handal. Ia juga yang merancang benteng Nabi di Madinah yang…

Membesuk dan Mendoakan yang Sakit

Anas ibn malik meriwayatkan: كَانَ غُلاَمٌ يَهُودِيٌّ يَخْدُمُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَمَرِضَ، فَأَتَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُهُ، فَقَعَدَ عِنْدَ رَأْسِهِ، فَقَالَ لَهُ: «أَسْلِمْ»، فَنَظَرَ إِلَى أَبِيهِ وَهُوَ عِنْدَهُ فَقَالَ لَهُ: أَطِعْ أَبَا القَاسِمِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَسْلَمَ، فَخَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُولُ: «الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْقَذَهُ مِنَ…

Memberi Kesempatan Belajar dan Mengajar

­Sukses yang dicapai Nabi saw. di dalam mengendalikan dunia Arab ketika itu karena antara lain beliau menekankan arti pendidikan dan keterampilan. Hak memperoleh pendidikan terbuka bagi laki-laki dan perempuan, baik muslim maupun non-muslim. Memang ada hadis yang mewajibah pendidikan itu kepada kaum muslimin laki-laki, yaitu: طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ “Menuntut ilmu wajib bagi…

Melarang Keras Merusak Rumah Ibadah

  Nabi Muhammad saw. sealu berpesan kepada para prajuritnya, jika terjadi peperangan jangan sama sekali merusak rumah-rumah ibadah. Penguasaan dunia Islam terhadap wilayah-wilayah non-muslim hampir tidak terdengar ada rumah ibadah yang dirusak, dirobohkan, atau dibakar. Satu-satunya perintah Nabi saw. untuk menghancurkan rumah ibadah ialah penghancuran Mesjid Dhirar, yaitu masjid yang dibangun oleh Abdullah bin ‘Ubai…

Memberi Jaminan Sosial Hari Tua

  Islam betul-betul agama kemanusiaan. Bukan hanya menghargai kemanusiaan sesama umat Islam, tetapi juga kemanusiaan seluruh umat manusia, tanpa membedakan agama, kepercayaan, etnik, kewarganegaraan, dan warna kulit. Ini sesuai dengan firman Allah swt: وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak cucu Adam. (Q.S. Al-Isra’/17:70). Dalam ayat ini digunakan istilah anak cucu Adam…

Memberi Hak-hak Sosial

  Nabi saw. bukan hanya melindungi dan memberikan hak-hak politik kepada umat non-muslim tetapi juga hak-hak sosial. Hak-hak sosial dimaksud antara lain, memberi hak-hak yang sama dengan umat Islam memanfaatkan fasilitas umum, seperti penggunaan jalan raya, akses mata air, pengobatan, bantuan sosial, mengunjungi mereka ketika sedang sakit, mengurus jenazah mereka, sampai kepada memandikan mayatnya. Anas…

Non-Muslim Bebas Keluar-Masuk di Negeri Muslim

Semenjak masa Nabi saw., sahabat, dan generasi sesudahnya, hingga sekarang, selain Tanah Haram  (Mekkah), warga non-muslim bebas keluar masuk di negeri-negeri muslim. Bahkan, warga non-muslim bisa diberi hak untuk tinggal di negeri muslim dengan berbagai jaminan keamanan. Nabi saw. selalu mencontohkan seberapa besar apresiasinya terhadap warga non-muslim yang tinggal di negeri muslim. Nabi saw. sangat…

Menepati Semua Perjanjian Damai

Perjanjian Damai Hudaibiyah baru saja ditandatangani bersama dengan Suhail ibn Amru, pimpinan delegasi non-muslim Quraisy. Salah satu Perjanjian itu menyatakan jika umat Islam ditangkap di wilayah yang dikuasai non-muslim Quraisy maka ia harus ditahan dan kalau umat non-muslim Quraisy ditangkap maka harus segera dibebaskan ke negerinya. Belum bubar acara itu tiba-tiba salah seorang tawanan sahabat…