Memberikan Rasa Adil

Nabi Muhammad Saw dikagumi oleh kawan dan lawan karena perinsip keadilannya. Ia selalu menganjurkan sahabatnya agar selalu mengedepankan dan menegakkan rasa adil di dalam masyarakat, termasuk kepada penduduk non-muslim, sebagaimana disampaikan dalam firman Allah swt: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا…

nasaruddinumar.id

Menara Masjid untuk Meneropong Ketimpangan Sosial

Menara masjid adalah aksesoris masjid Nabi yang dibangun belakangan. Dalam sebuah riwayat disebutkan, ketika Bilal akan menyampaikan azan, ia meminta izin kepada pemilik rumah yang lebih tinggi di samping masjid Nabi. Mungkin karena segan atau kurang pas dan selalu merepotkan pemilik rumah untuk membukakan pintu, terutama di waktu subuh, akhirnya dibangunlah menara masjid Nabi. Di…

nasaruddinumar.id

Masjid Sebagai Rumah Dialog Antar Umat Beragama

Nabi pernah menerima tamu-tamu interfaith  di dalam masjidnya sebanyak 60 orang, dipimpin oleh Abdul Masih, al-Aiham, dan Abu Haritsah ibn Alqamah. Mereka datang dengan menggunakan jubah kebesaran mereka masing-masing. Nabi menerima tamu-tamu itu seusai beliau shalat Ashar. Mereka mendialogkan banyak hal bersama Nabi. Nabi menjamu tamu-tamunya itu di masjid sebagaimana halnya menjamu tamu-tamu agung lainnya.…

Kebebasan Beribadah

Kebebasan beribadah salah satu bentuk hak asasi paling mendasar. Apapun agamanya, sebaiknya jan­gan pernah ada di antara kita menghalangi orang lain menjalankan praktik ibadahnya, selama tidak ada unsur penistaan agama lain di da­lamnya. Misalnya mengklaim praktik ibadahnya sebagai ajaran Islam tetapi se­sungguhnya bukan dari ajaran Islam. Gagasan Fikih Kebhinnekaan yang pernah diwacanakan sejumlah pemikir Muhammadiyah…

nasaruddinumar.id

Masjid Sebagai Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat

Rumah ibadah hadir bukan hanya sebagai pusat pengabdian manusia kepada Tuhan tetapi juga sebagai pusat pengabdian kepada masyarakat. Dengan kata lain, rumah ibadah bukan hanya tempat untuk melayani Tuhan tetapi juga untuk melayani manusia. Bahkan masjid di masa Nabi lebih sering digunakan sebagai pusat pelayanan pada masyarakat ketimbang tempat penyembahan terhadap Tuhan dalam arti ibadah…

nasaruddinumar.id

Masjid Sebagai Basis Pengembangan Ekonomi Mikro

Rumah-rumah ibadah selalu mendekati masyarakat, bahkan berada di tengah-tengah masyarakat. Rumah ibadah merupakan lokus kesadaran paripurna setiap orang. Kesadaran komperhensif sangat tinggi nilainya di dalam masyarakat modern. Semakin banyak orang dalam era modern saat ini hanya terpicu mengembangkan kesadaran professional yang sangat spesifik, tetapi semakin tidak tertantang untuk mengembangkan kesadaran kolektif dan konperhensif, karena tidak…

Filosofi Bhinneka Tunggal Ika

Karya sastrawan Empu Tantular dalam kitab Sutasoma-nya menggoreskan sebuah kalimat menarik: Bhinneka Tunggal Ika. Tidak pernah terbayangkan akan menjadi simbol pemersatu bangsa dan negara yang amat dahsyat. Istilah Bhinneka Tunggal Ika, yang sering diartikan “bercerai berai tetapi tetap satu” atau “kesatuan di dalam keberagaman”, digunakan para founding fathers kita saat memperkenalkan Indonesia di dalam dan…

Masjid Sebagai Rumah Ilmu Pengetahuan

Suatu ketika Nabi memberikan kuliah di masjid, tiba-tiba seorang sahabatnya membawa sebuah temuan baru berupa lampu yang amat terang. Belum pernah ada lampu seterang itu di kota Madinah. Semua mata terperanjat menyaksikan temuan sahabat itu. Nabi memberikan apresiasi dengan beranjak dari tempat duduknya menyaksikan dari dekat temuan baru tersebut. Nabi sangat takjub dan memberikan dukungan…