Memberi Kesempatan Belajar dan Mengajar

­Sukses yang dicapai Nabi saw. di dalam mengendalikan dunia Arab ketika itu karena antara lain beliau menekankan arti pendidikan dan keterampilan. Hak memperoleh pendidikan terbuka bagi laki-laki dan perempuan, baik muslim maupun non-muslim. Memang ada hadis yang mewajibah pendidikan itu kepada kaum muslimin laki-laki, yaitu: طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ “Menuntut ilmu wajib bagi…

Melarang Keras Merusak Rumah Ibadah

  Nabi Muhammad saw. sealu berpesan kepada para prajuritnya, jika terjadi peperangan jangan sama sekali merusak rumah-rumah ibadah. Penguasaan dunia Islam terhadap wilayah-wilayah non-muslim hampir tidak terdengar ada rumah ibadah yang dirusak, dirobohkan, atau dibakar. Satu-satunya perintah Nabi saw. untuk menghancurkan rumah ibadah ialah penghancuran Mesjid Dhirar, yaitu masjid yang dibangun oleh Abdullah bin ‘Ubai…

Memberi Jaminan Sosial Hari Tua

  Islam betul-betul agama kemanusiaan. Bukan hanya menghargai kemanusiaan sesama umat Islam, tetapi juga kemanusiaan seluruh umat manusia, tanpa membedakan agama, kepercayaan, etnik, kewarganegaraan, dan warna kulit. Ini sesuai dengan firman Allah swt: وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak cucu Adam. (Q.S. Al-Isra’/17:70). Dalam ayat ini digunakan istilah anak cucu Adam…

Memberi Hak-hak Sosial

  Nabi saw. bukan hanya melindungi dan memberikan hak-hak politik kepada umat non-muslim tetapi juga hak-hak sosial. Hak-hak sosial dimaksud antara lain, memberi hak-hak yang sama dengan umat Islam memanfaatkan fasilitas umum, seperti penggunaan jalan raya, akses mata air, pengobatan, bantuan sosial, mengunjungi mereka ketika sedang sakit, mengurus jenazah mereka, sampai kepada memandikan mayatnya. Anas…

Non-Muslim Bebas Keluar-Masuk di Negeri Muslim

Semenjak masa Nabi saw., sahabat, dan generasi sesudahnya, hingga sekarang, selain Tanah Haram  (Mekkah), warga non-muslim bebas keluar masuk di negeri-negeri muslim. Bahkan, warga non-muslim bisa diberi hak untuk tinggal di negeri muslim dengan berbagai jaminan keamanan. Nabi saw. selalu mencontohkan seberapa besar apresiasinya terhadap warga non-muslim yang tinggal di negeri muslim. Nabi saw. sangat…

Menepati Semua Perjanjian Damai

Perjanjian Damai Hudaibiyah baru saja ditandatangani bersama dengan Suhail ibn Amru, pimpinan delegasi non-muslim Quraisy. Salah satu Perjanjian itu menyatakan jika umat Islam ditangkap di wilayah yang dikuasai non-muslim Quraisy maka ia harus ditahan dan kalau umat non-muslim Quraisy ditangkap maka harus segera dibebaskan ke negerinya. Belum bubar acara itu tiba-tiba salah seorang tawanan sahabat…

Memberikan Rasa Adil

Nabi Muhammad Saw dikagumi oleh kawan dan lawan karena perinsip keadilannya. Ia selalu menganjurkan sahabatnya agar selalu mengedepankan dan menegakkan rasa adil di dalam masyarakat, termasuk kepada penduduk non-muslim, sebagaimana disampaikan dalam firman Allah swt: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا…

nasaruddinumar.id

Menara Masjid untuk Meneropong Ketimpangan Sosial

Menara masjid adalah aksesoris masjid Nabi yang dibangun belakangan. Dalam sebuah riwayat disebutkan, ketika Bilal akan menyampaikan azan, ia meminta izin kepada pemilik rumah yang lebih tinggi di samping masjid Nabi. Mungkin karena segan atau kurang pas dan selalu merepotkan pemilik rumah untuk membukakan pintu, terutama di waktu subuh, akhirnya dibangunlah menara masjid Nabi. Di…

nasaruddinumar.id

Masjid Sebagai Rumah Dialog Antar Umat Beragama

Nabi pernah menerima tamu-tamu interfaith  di dalam masjidnya sebanyak 60 orang, dipimpin oleh Abdul Masih, al-Aiham, dan Abu Haritsah ibn Alqamah. Mereka datang dengan menggunakan jubah kebesaran mereka masing-masing. Nabi menerima tamu-tamu itu seusai beliau shalat Ashar. Mereka mendialogkan banyak hal bersama Nabi. Nabi menjamu tamu-tamunya itu di masjid sebagaimana halnya menjamu tamu-tamu agung lainnya.…