Menghindari Religious-Hate Speech

ANCAMAN strategis bagi sebuah bangsa majemuk seperti Indonesia ialah Re­ligiuos-Hate Speech (RHS). RHS ungkapan kebencian berlatar belakang agama, kepercayaan, aliran, mazhab, sekte, dan atribut kea­gamaan lainnya, dapat dilakukan oleh siapapun dan kepada siapapun. Ketentuan yang bisa diguna­kan ukuran untuk menyebut sebuah perbuatan RHS sebetulnya belum diatur secara khusus dan lebih rinci. Selama ini aparat hukum…

Memberi Tempat Bagi Agama Lokal

ISLAM dan Pancasila mem­beri tempat kepada agama-agama lokal di Indonesia. Dalam kenyataannya hing­ga saat ini masih ada se­jumlah agama lokal masih tetap eksis walaupun diter­pa berbagai tantangan. Na­mun demikian sudah ada beberapa di antaranya yang punah atau ber­manifestasi menjadi kepercayaan baru atau berintegrasi dengan sejumlah agama dan ke­percayaan besar atau kecil lain. Kepunahan agama dan…

Belajar dari The Founding Fathers

The Founding Fathers kita juga manusia biasa bahkan jauh lebih sederhana ketimbang kita sekarang. Mereka bekerja tanpa bantuan komputer dan alat komunikasi dan transportasi canggih, namun mereka memiliki keikhlasan di dalam berjuang maka hasilnya dahsyat. Indonesia merdeka.

Mewujudkan Islam Cinta

DALAM sebuah riwayat dis­andarkan kepada Nabi dika­takan, jika keseluruhan Al- Qur’an dipadatkan maka pemadatannya ialah surah Al-Fatihah, yang terdiri atas tujuh ayat. Jika dipadatkan lagi maka pemadatannya terletak pada ayat perta­manya: Bi sim Allah al-Rah­man al-Rahim (Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). Jika dipadat­kan lagi maka pemadatannya terletak pada dua kata terakhir:…

Mendalami ‘Persatuan Indonesia’

HETEROGENITAS dan plu­ralitas bagian dari Sunnatul­lah. Jika dicermati kitab suci yang paling banyak membahas tol­eransi dan pluralisme ialah Al- Qur’an. Sepertinya Al-Qur’an penuh percaya diri dan seka­ligus mendeklarasikan dirinya sebagai agama terbuka un­tuk berbagai paham dan pe­mikiran. Mungkin itulah hikmah Al-Qur’an sebagai kitab suci akhir zaman yang bersedia berdialog dengan tuntutn zamannya. Jika Al-Qur’an sudah…

Mewujudkan Islam Damai

BERAGAMA berarti mengin­ternalisasikan nilai-nilai aja­ran agama di dalam kehidu­pan sehari-hari, baik secara pribadi, bersama keluarga, maupun sesama anggota masyarakat, tanpa membe­dakan etnik, kewarganega­raan, agama, dan percayaan. Perbedaan bukan alasan un­tuk merusak kedamaian. Sebaliknya perbedaan dan pluralitas dalam kehidupan bermasyarakat diharapkan bisa menawarkan keindahan, sep­erti dilukiskan dalam ayat: Hai manusia, sesung­guhnya Kami menciptakan kamu dari seorang…

Menghargai Kelompok Minoritas

DI MASYARAKAT plural seperti Indonesia, penghargaan terhadap kelompok minoritas adalah prasyarat untuk mencapai Persatuan Indonesia. Tanpa penghargaan terhadap mer­eka sepertinya sulit mewu­judkan sila ketiga, Persatuan Indonesia. Menghargai kel­ompok minoritas bukan han­ya merupakan ajaran semula jadi ajaran Islam. Dasarnya banyak ditemukan di dalam Al-Qur’an dan Hadis, serta banyak dipraktekkan pada zaman Nabi dan sahabat. Satu contoh…

Mendalami Sila Kelima: Menggiatkan Dialog Intrafaith Dan Interfaith

SOSIALISASI konsep keadilan sosial yang ber­ciri khas keindonesiaan perlu terus ditingkatkan. Salah satu caranya ialah mengembangkan dialog in­trafaith, yaitu dialog internal dalam sebuah agama dan dialog interfaith, yaitu dialog antar umat beragama. Men­gapa ini penting, karena tema-tema keadilan seringkali secara serius muncul di kalangan to­koh agama. Masing-masing agama dan bahkan dengan mazhab atau aliran di…

Melegitimasi Bhinneka Tunggal Ika

BHINNEKA Tunggal Ika be­rarti bercerai-berai tetapi tetap satu atau kesatuan di dalam keberagaman. Istilah Bhinneka Tunggal Ika digu­nakan para founding fathers kita ketika memperke­nalkan Indonesia di dalam dan luar negeri. Keberaga­man adalah sunnatullah. Menolak keragaman berarti menolak sunnatul­lah. Dalam Al-Qur’an ditegaskan: Wa lau sya’a Rabbuka laja’alnakum ummatan wahidah (Jika Tuhan-Mu menghendaki niscaya ia menjadikan kalian…