Burung Ababil

“Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)”. (Q.S. al-Fil/105:3-5). Burung Ababil (thair ababil) dijadikan salah satu bahan cerita di dalam Al-Qur’an. Dalam penafsiran tradisional sering diartikan sebagai burung-burung yang diutus Tuhan untuk menggempur pasukan Raja…

Belajar Kepada Komunitas Semut

“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”. Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan…

Doa Imam Besar Masjid Istiqlal, Pemilu 2019 Terhindar Dari Politik SARA

Doa yang dibawakan Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasarudin Umar mengawali pembacaan Deklarasi Pemilu Damai 2019 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (23/9). Dalam doa tersebut, Nasaruddin mengingatkan bahwa siapapun pemenang dalam Pemilu Serentak 2019 merupakan kehendak Allah SWT. Maka dari itu, kepada seluruh kontestan diminta untuk bisa…

Jangan Pertaruhkan Solidaritas demi Tujuan Pemilu

KPU telah menetapkan daftar calon tetap (DCT) anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, Kabupaten/kota, pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019, Kamis (20/9) ini. Penetapan tersebut menandakan musim kampanye yang semakin dekat. Masa kampanye akan dimulai tiga hari setelah penetapan atau pada 23 September mendatang. Menghadapi musim kampanye yang kerap menimbulkan ketegangan di tingkat masyarakat, imam…

Makna dan Hakikat Tahun Baru Hijriah

Dalam Islam, Tahun Baru Hijriah memiliki makna dan hakikat tersendiri yang berbeda dengan penanggalan lainnya. Selain memiliki makna historis dan sosiologis, mempunyai makna-makna teologis. Peristiwa hijriah merupakan momentum lahirnya sebuah peradaban baru bagi dunia kemanusiaan. Peristiwa hijriah sesungguhnya layak untuk diperingati bukan saja oleh umat Islam, melainkan juga bagi siapa pun yang concern terhadap dunia…

Makna Komprehensif Idul Adha

Makna Komprehensif Idul Adha

DALAM Islam dikenal dua hari raya penting, yakni Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha. Kedua hari raya itu mempunyai persamaan makna, yaitu hari pembebasan dan hari proklamasi kembalinya seseorang kepada semangat kesucian. Kalau Idul Fitri, orang bisa kembali kepada kesucian setelah berpuasa sebulan penuh, sedangkan pada Idul Adha orang berpeluang kembali suci…

Doa Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2018

Doa Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2018 Tgl. 16 Agustus 2018 Prof.Dr. K.H. Nasaruddin Umar, MA. Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ* حَمْدًا يُّوَافىِ نِعَمَهُ وَيُكَافىِ مَزِيْدَهُ* يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِى لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ* أَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فىِ هَذَا الْمَجْلِسِ بِرِضَآئِكَ وَبَارِكْ لَنَا…

Doa Imam Istiqlal di MPR: Semoga Kita Tak Hanya Kritis, tapi Santun

Jakarta – Sidang paripurna tahunan MPR ditutup dengan doa dari Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar. Nasaruddin mendoakan yang terbaik untuk bangsa. Doa Nasaruddin dibuka dengan bersyukur kepada Allah SWT atas anugerah dan nikmat keberhasilan bangsa ini. Dia juga berdoa agar sidang tahunan ini lancar. “Bimbinglah kami para hamba-Mu agar tak hanya pandai mensyukuri nikmat, tapi pandai…

nasaruddinumar.id

Bersahabat Dengan Api

KITA sering menyaksikan tarian mistik (mystical dancing) di sejumlah daerah di Indonesia. Yang lebih sering kita tonton ialah tarian daerah Banten, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Bali. Di antara mereka ada yang menari di atas bara api, ada yang menggunakan cambuk atau cemeti dari api, ada yang membakar dirinya dengan obor yang menyala, dan ada…

nasaruddinumar.id

Bersahabat Dengan Laut

DALAM disertasi Dr. H. Baharuddin Lopa, S.H., mantan Jaksa Agung RI, diungkapkan bentuk persahabatan pelaut dan nelayan masyarakat Bugis-Mandar. Di antara cerita itu ialah kebiasaan para pelaut Mandar menceburkan kaki kanan sampai selutut di dalam laut sebelum melaut. Kurang lebih 5-10 menit, para pelaut Mandar tersebut mendapatkan isyarat cuaca laut yang akan dituju. Mereka seolah-olah…