Fikih Melek Sains

Salah satu ciri fikih kebhinnekaan yang sekaligus menjadi ciri Fikih Indonesia ialah fikih yang melek sains. Perkembangan sains dan teknologi melahirkan produk yang kadang-kadang berhadap-hadapan dengan produk kaidah dan fikih konvensional. Perkembangan fikih tidak berbanding lurus dengan lajunya perkembangan produk-produk sains. Akibatnya, respons fikih seringkali terasa cenderung untuk membatasi untuk tidak mengatakan menghambat sains. Salah…

nasaruddinumar.id

Apa Arti Sebuah Nama?

Perdebatan tentang kedudukan legalitas formal sebuah nama atau simbol keagamaan terjadi sejak awal Islam. Mestikah nama itu diprioritaskan sungguhpun harus mengorbankan substansi? Atau mestikah substansi itu dikedepankan sekalipun belum memiliki wadah formal? Pertanyaan ini muncul semenjak masa Nabi Muhammad saw. Pembaca mungkin masih ingat tentang peristiwa perjanjian Hudaibiyah, sebuah peristiwa yang menampilkan tarik menarik antara…

nasaruddinumar.id

Memberdayakan Perempuan

Kalau selama ini ada kesan Fikih menempatkan perempuan sebagai the second sex, maka Fikih Kebhinnekaan diharapkan bisa menempatkan perempuan setara dengan laki-laki. Fikih Kebhinnekaan diharapkan memberdayakan kaum perempuan sebagaimana halnya laki-laki. Bekerja adalah salah satu hak asasi manusia yang sangat mendasar. Dilihat dari berbagai sudut, seseorang yang tidak bekerja, entah laki-laki atau perempuan, apapun alasannya,…

nasaruddinumar.id

Belajar dari Pribadi Ibnu Rusyd

Bagi orang yang pernah belajar Ilmu Fikih, khususnya Fikih Perbandingan Mazhab, maka pasti mengenal Ibnu Rusyd, yang bernama lengkap Abu al-Walid Muhammad ibnu Ahmad Ibn Muhammad ibnu Ahmad ibnu Ahmad ibnu Rusyd, yang di Eropa lebih dikenal dengan nama Averroes. Ia lahir di Cordova, Spanyol sekarang, pada 520 H/1126 M. Buku fikihnya yang sangat terkenal…

nasaruddinumar.id

Reartikulasi Bahasa Agama tentang Perempuan

Seringkali kita membicarakan pembaharuan, tetapi hanya di sektor hilir, padahal itu hanya merupakan akibat dari sebuah sebab di sektor hulu. Kita hanya membicarakan suatu akibat tetapi, sebab yang menyebabkan akibat itu tidak disentuh. Akibatnya, persoalan tidak selesai secara tuntas. Salah satu contohnya ialah Fikih Perempuan. Banyak di antara para pemikir kita mempertahankan status quo dengan…

Mengambil Pelajaran dari Fathu Makkah

Revolusi besar tanpa setetes darah betul-betul terjadi, itulah peristiwa Fathu Makkah. Ketika tekanan dan siksaan kaum Quraisy Mekkah semakin meningkat dan mereka merencanakan untuk mengeksekusi Nabi di tengah malam. Kediaman Nabi dipagar betis pasukan elit orang Quraisy. Untung Nabi beserta Abu Bakar lolos dari pengepungan tersebut. Di dalam rumah persembunyian, Ali bin Abi Thalib mengecoh…

Memperbaiki Citra Teologi Perempuan

Ada tiga konsep teologi yang mencitranegatifkan perempuan yang perlu ditinjau kembali, yaitu perempuan tercipta dari tulang rusuk, perempuan diciptakan untuk melengkapi hasrat laki-laki, dan perempuan penyebab jatuhnya Adam dari langit kebahagiaan ke bumi penderitaan. Sesungguhnya, asumsi ini tidak ditemukan dasarnya yang kuat di dalam Al-Qur’an dan hadis, tetapi lebih banyak berasal dari kitab-kitab suci agama…

Berkesetaraan Gender

Salah satu corak Fikih Kebhinnekaan ialah mempromosikan kesetaraan gender. Yang dimaksud kesetaraan gender di sini bukan persamaan gender (gender equality) tetapi kesetaraan gender (gender equity). Yang pertama lebih mengedepankan persamaan hak dan kewajiban tanpa memandang adanya nilai perbedaan di antara keduanya. Yang kedua masih lebih bersifat ketimuran yang memberikan unsur-unsur keunikan perempuan. Yang terakhir ini…

Memberi Salam Kepada Non-Muslim

Memberi salam kepada warga non-muslim masih sering menjadi hal yang kontroversi di dalam masyarakat. Kontroversi itu sendiri sebagi suatu bukti kebhinnekaan bangsa kita. Ada yang membolehkan secara terbuka, ada yang membolehkan dengan syarat, dan ada yang tidak membolehkannya.  Di dalam Fikih Kebhinnekaan (FK), tentu jika dihadapkan kepada beberapa pilihan, maka yang dipilih ialah yang bisa…

Menghargai Toleransi

Salah satu ciri Fikih Kebhinnekaan (FK) ialah menghargai toleransi. Yang dimaksud toleransi di sini ialah suatu paham dan sikap yang menghargai pendapat, sikap, dan keberadaan orang atau kelompok lain, tanpa membedakan besar kecilnya kelompok itu. Di dalam Islam, toleransi sering disamakan dengan konsep tasamuh. Toleransi dalam beragama sering dihubungkan dengan toleransi internal dan eksternal umat…