nasaruddinumar.id

Belajar dari Pribadi Ibnu Rusyd

Bagi orang yang pernah belajar Ilmu Fikih, khususnya Fikih Perbandingan Mazhab, maka pasti mengenal Ibnu Rusyd, yang bernama lengkap Abu al-Walid Muhammad ibnu Ahmad Ibn Muhammad ibnu Ahmad ibnu Ahmad ibnu Rusyd, yang di Eropa lebih dikenal dengan nama Averroes. Ia lahir di Cordova, Spanyol sekarang, pada 520 H/1126 M. Buku fikihnya yang sangat terkenal…

nasaruddinumar.id

Reartikulasi Bahasa Agama tentang Perempuan

Seringkali kita membicarakan pembaharuan, tetapi hanya di sektor hilir, padahal itu hanya merupakan akibat dari sebuah sebab di sektor hulu. Kita hanya membicarakan suatu akibat tetapi, sebab yang menyebabkan akibat itu tidak disentuh. Akibatnya, persoalan tidak selesai secara tuntas. Salah satu contohnya ialah Fikih Perempuan. Banyak di antara para pemikir kita mempertahankan status quo dengan…

Mengambil Pelajaran dari Fathu Makkah

Revolusi besar tanpa setetes darah betul-betul terjadi, itulah peristiwa Fathu Makkah. Ketika tekanan dan siksaan kaum Quraisy Mekkah semakin meningkat dan mereka merencanakan untuk mengeksekusi Nabi di tengah malam. Kediaman Nabi dipagar betis pasukan elit orang Quraisy. Untung Nabi beserta Abu Bakar lolos dari pengepungan tersebut. Di dalam rumah persembunyian, Ali bin Abi Thalib mengecoh…

Memperbaiki Citra Teologi Perempuan

Ada tiga konsep teologi yang mencitranegatifkan perempuan yang perlu ditinjau kembali, yaitu perempuan tercipta dari tulang rusuk, perempuan diciptakan untuk melengkapi hasrat laki-laki, dan perempuan penyebab jatuhnya Adam dari langit kebahagiaan ke bumi penderitaan. Sesungguhnya, asumsi ini tidak ditemukan dasarnya yang kuat di dalam Al-Qur’an dan hadis, tetapi lebih banyak berasal dari kitab-kitab suci agama…

Berkesetaraan Gender

Salah satu corak Fikih Kebhinnekaan ialah mempromosikan kesetaraan gender. Yang dimaksud kesetaraan gender di sini bukan persamaan gender (gender equality) tetapi kesetaraan gender (gender equity). Yang pertama lebih mengedepankan persamaan hak dan kewajiban tanpa memandang adanya nilai perbedaan di antara keduanya. Yang kedua masih lebih bersifat ketimuran yang memberikan unsur-unsur keunikan perempuan. Yang terakhir ini…

Memberi Salam Kepada Non-Muslim

Memberi salam kepada warga non-muslim masih sering menjadi hal yang kontroversi di dalam masyarakat. Kontroversi itu sendiri sebagi suatu bukti kebhinnekaan bangsa kita. Ada yang membolehkan secara terbuka, ada yang membolehkan dengan syarat, dan ada yang tidak membolehkannya.  Di dalam Fikih Kebhinnekaan (FK), tentu jika dihadapkan kepada beberapa pilihan, maka yang dipilih ialah yang bisa…

Menghargai Toleransi

Salah satu ciri Fikih Kebhinnekaan (FK) ialah menghargai toleransi. Yang dimaksud toleransi di sini ialah suatu paham dan sikap yang menghargai pendapat, sikap, dan keberadaan orang atau kelompok lain, tanpa membedakan besar kecilnya kelompok itu. Di dalam Islam, toleransi sering disamakan dengan konsep tasamuh. Toleransi dalam beragama sering dihubungkan dengan toleransi internal dan eksternal umat…

Mengeliminir Polemik

  Potensi polemik di negeri kita sangat besar. Selain disebabkan oleh pluralitas masyarakat, juga disebabkan oleh fenomena pembengkakan kualitas umat. Jenjang pendidikan kelompok santri semakin terbuka luas dan daya beli pendidikan kelas menengah santri semakin besar. Dengan demikian, dinamika di dalam masyarakat kita semakin kuat, dan kadang-kadang kelihatan panas. Wajar kalau ada sejumlah kalangan melontarkan…

Mengapa Berbeda Pendapat?

  Pertanyaan umum yang sering terlontar dari masyarakat ialah mengapa sering terjadi perbedaan pendapat di dalam fikih? Bukankah Tuhan, Nabi, dan Kitab Suci kita sama? Secara implisit, pertanyaan ini terkandung harapan untuk terjadinya pesatuan sesama umat. Mengapa mesti berbeda jika dimungkinkan untuk bersatu? Apalagi sekarang ini, kedudukan umat Islam sudah sedemikian lemah dalam berbagai sudut.…

Langkah Rasulullah Mengatasi Masalah Perbedaan

  Perbedaan adalah sunnatullah. Perbedaan (diversity) adalah manifestasi keagungan Tuhan. Bagaimana dari Sosok Yang Maha Esa lahir beraneka ragam substansi, esensi, bentuk, sifat, dan warna. Konfigurasi warna-warni dan keragaman ciptaan Tuhan melambangkan keindahan, kekayaan, keluasan, kebesaran, dan keagungan Tuhan. Meskipun beraneka ragam warna dan bentuk, makhluk-makhluk tersebut tetap merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan sebagai…