Mengeliminir Polemik

  Potensi polemik di negeri kita sangat besar. Selain disebabkan oleh pluralitas masyarakat, juga disebabkan oleh fenomena pembengkakan kualitas umat. Jenjang pendidikan kelompok santri semakin terbuka luas dan daya beli pendidikan kelas menengah santri semakin besar. Dengan demikian, dinamika di dalam masyarakat kita semakin kuat, dan kadang-kadang kelihatan panas. Wajar kalau ada sejumlah kalangan melontarkan…

Mengapa Berbeda Pendapat?

  Pertanyaan umum yang sering terlontar dari masyarakat ialah mengapa sering terjadi perbedaan pendapat di dalam fikih? Bukankah Tuhan, Nabi, dan Kitab Suci kita sama? Secara implisit, pertanyaan ini terkandung harapan untuk terjadinya pesatuan sesama umat. Mengapa mesti berbeda jika dimungkinkan untuk bersatu? Apalagi sekarang ini, kedudukan umat Islam sudah sedemikian lemah dalam berbagai sudut.…

Langkah Rasulullah Mengatasi Masalah Perbedaan

  Perbedaan adalah sunnatullah. Perbedaan (diversity) adalah manifestasi keagungan Tuhan. Bagaimana dari Sosok Yang Maha Esa lahir beraneka ragam substansi, esensi, bentuk, sifat, dan warna. Konfigurasi warna-warni dan keragaman ciptaan Tuhan melambangkan keindahan, kekayaan, keluasan, kebesaran, dan keagungan Tuhan. Meskipun beraneka ragam warna dan bentuk, makhluk-makhluk tersebut tetap merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan sebagai…

Ketulusan Cinta dalam Al-Qur’an

Salah satu unsur yang paling penting dalam setiap agama ialah penanaman rasa cinta tanpa parih (unconditional love) kepada setiap orang tanpa membedakan jender, agama, etnik, dan kewarganegaraan seseorang. Jika unsur cinta hilang dari agama maka yang akan muncul adalah kebencian. Munculnya potensi konflik beragama boleh jadi karena umat beragama mendapat pemahaman yang tidak utuh dari…

Islam dan Kearifan Lokal

Kearifan lokal (local wisdom) terbukti memberikan solusi permanen terhadap sejumlah persoalan lokal dan regional. Di antara kearifan lokal itu ialah adat istiadat dan hukum adat. Adat istiadat lebih merupakan sistem nilai yang sifatnya lebih abstrak.  Sedangkan  hukum adat sudah menjadi norma-norma sosial kemasyarakatan yang memiliki reward dan punishment. Hukum adat di dalam lintasan masyarakat Nusantara…

Belajar dari Piagam Aelia

Dunia Islam seharusnya tidak boleh melupakan Piagam Aelia (Mitsaq Aeliya), sebuah piagam perjanjian yang dibuat Umar ibn Khattab ketika melakukan pembebasan Al-Quds (Aelia) dari tangan Romawi yang ditandatangani pada 20 Rabiul Awal 15 H/ 5 Februari 636 M. Piagam ini bertujuan untuk memberikan jaminan keamanan dan keselematan berbagai pihak di dalam wilayah Yerusalem yang baru…

Ibn Arabi

Ibn Arabi yang bernama lengkap Abi Abdillah Muḥammad ibn Ali ibn Muḥammad ibn Arabi al-Ta’I al-Hatimi,  lahir di Murcia, Spanyol bagian Tenggara, pada 1165 M. Ia lahir ketika Murcia dipimpin oleh Muhammad ibn Said ibn Mardanisi. Ia sering dipanggil dengan dua gelar, yaitu Muhyiddin (Penghidup agama) dan Syekh al-Akbar (Grand Shekh). Ia dilahirkan oleh keluarga…

Al-Gazali

Al-Gazali yang bernama lengkap Abū Ḥāmid Muḥammad ibn Muḥammad al-Ġazālī, lahir di kota Thusi pada 450 H/1058 M dan wafat tahun 505 H/1111 M. Dalam disertasi Agil Al-Mahdali, keluarga Al-Gazali ada Sembilan orang dan masing-masing sering dipanggil Al-Gazali dan semuanya ilmuwan serta hampir semuanya penulis. Ada kesulitan membedakan sebuah naskah, Al-Gazali mana yang menulis terhadap…

Imam Besar Istiqlal: Pusat Kepemimpinan Islam Ada di Indonesia

Jakarta – Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Nasaruddin Umar mengatakan, saat ini pusat kepemimpinan Islam tidak berada di Timur-Tengah atau di negara-negara Arab. Melainkan, saat ini pusat Islam ada di Indonesia. “Sekarang ini dunia hampir sepakat, bahwa sekarang ini kepemimpinan Islam itu ada di Asia Tenggara dalam hal ini adalah Indonesia,” kata Umar dalam dialog…

Al-Biruni

Al-Biruni yang bernama lengkap Abū al-Rayḥān Muḥammad ibn Aḥmad al-Bīrūnī, lahir di Kath, Kiva, sebuah kota di wilayah aliran sungai Oxus, Uzbekistan,  pada 4 september 973 M. Riwayat hidup masa kecilnya tidak banyak diungkapkan, bahkan ayahnya pun tidak banyak dijelaskan. Sekitar usia 20 tahun Al-Biruni sudah mampu melahirkan banyak karya dalam bidang sains. Karena ia…