Kalian Mau Ke Mana?

Entah kenapa, Allah SWT tiba-tiba menyentak hambanya dengan sebuah pertanyaan dalam Al-Qur’an: Fa aina tadz habun? (Maka kalian mau kemana?/Q.S. al-Takwir/81:26). Ayat ini sangat menarik untuk dianalisa karena disebutkan di dalam sebuah ayat yang berdiri sendiri, bukan potongan ayat. Ayat ini sesungguhnya mengingatkan kita tentang visi dan misi kehidupan kita, untuk apa kita lahir? Ke…

Menancapkan Jangkar Kehidupan

Dalam sebuah hadis shahih dikisahkan, Abi Hurairah yang dipercaya sebagai penjaga Baitul Mal, diminta oleh Nabi berjaga-jaga karena sebentar malam kemungkinan ada maling yang akan mencuri hara di Baitul Mal. Seusai tengah malam, Abu Hurairah memergoki seorang pemuda tanggung mengendap-endap ingin mencuri harta kekayaan di Baitul Mal. Akhirnya Abu Hurairah menangkap basah sang maling itu.…

nasaruddinumar.id

Sabar sebagai Bentuk Kematangan Spiritual

Ibn Hajar al-‘Asqallani sangat populer sebagai ulama besar, terutama dalam bidang hadits. Dialah yang meng-syarah atau memberikan anotasi terhadap Kitab Shahih al-Bukhari yang disusun Imam Bukhari yang terkenal itu. Ia meninggalkan desanya menuju Kota Mesir untuk menuntut ilmu. Sekian lama di sana, ia tidak merasa pintar dan akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke kampungnya. Dalam…

Mengambil Pelajaran dari Fathu Makkah

Revolusi besar tanpa setetes darah betul-betul terjadi, itulah peristiwa Fathu Makkah. Ketika tekanan dan siksaan kaum Quraisy Mekkah semakin meningkat dan mereka merencanakan untuk mengeksekusi Nabi di tengah malam. Kediaman Nabi dipagar betis pasukan elit orang Quraisy. Untung Nabi beserta Abu Bakar lolos dari pengepungan tersebut. Di dalam rumah persembunyian, Ali bin Abi Thalib mengecoh…

Memberi Salam Kepada Non-Muslim

Memberi salam kepada warga non-muslim masih sering menjadi hal yang kontroversi di dalam masyarakat. Kontroversi itu sendiri sebagi suatu bukti kebhinnekaan bangsa kita. Ada yang membolehkan secara terbuka, ada yang membolehkan dengan syarat, dan ada yang tidak membolehkannya.  Di dalam Fikih Kebhinnekaan (FK), tentu jika dihadapkan kepada beberapa pilihan, maka yang dipilih ialah yang bisa…

Mengeliminir Polemik

  Potensi polemik di negeri kita sangat besar. Selain disebabkan oleh pluralitas masyarakat, juga disebabkan oleh fenomena pembengkakan kualitas umat. Jenjang pendidikan kelompok santri semakin terbuka luas dan daya beli pendidikan kelas menengah santri semakin besar. Dengan demikian, dinamika di dalam masyarakat kita semakin kuat, dan kadang-kadang kelihatan panas. Wajar kalau ada sejumlah kalangan melontarkan…

Mengapa Berbeda Pendapat?

  Pertanyaan umum yang sering terlontar dari masyarakat ialah mengapa sering terjadi perbedaan pendapat di dalam fikih? Bukankah Tuhan, Nabi, dan Kitab Suci kita sama? Secara implisit, pertanyaan ini terkandung harapan untuk terjadinya pesatuan sesama umat. Mengapa mesti berbeda jika dimungkinkan untuk bersatu? Apalagi sekarang ini, kedudukan umat Islam sudah sedemikian lemah dalam berbagai sudut.…

Langkah Rasulullah Mengatasi Masalah Perbedaan

  Perbedaan adalah sunnatullah. Perbedaan (diversity) adalah manifestasi keagungan Tuhan. Bagaimana dari Sosok Yang Maha Esa lahir beraneka ragam substansi, esensi, bentuk, sifat, dan warna. Konfigurasi warna-warni dan keragaman ciptaan Tuhan melambangkan keindahan, kekayaan, keluasan, kebesaran, dan keagungan Tuhan. Meskipun beraneka ragam warna dan bentuk, makhluk-makhluk tersebut tetap merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan sebagai…

Ketulusan Cinta dalam Al-Qur’an

Salah satu unsur yang paling penting dalam setiap agama ialah penanaman rasa cinta tanpa parih (unconditional love) kepada setiap orang tanpa membedakan jender, agama, etnik, dan kewarganegaraan seseorang. Jika unsur cinta hilang dari agama maka yang akan muncul adalah kebencian. Munculnya potensi konflik beragama boleh jadi karena umat beragama mendapat pemahaman yang tidak utuh dari…

Islam dan Kearifan Lokal

Kearifan lokal (local wisdom) terbukti memberikan solusi permanen terhadap sejumlah persoalan lokal dan regional. Di antara kearifan lokal itu ialah adat istiadat dan hukum adat. Adat istiadat lebih merupakan sistem nilai yang sifatnya lebih abstrak.  Sedangkan  hukum adat sudah menjadi norma-norma sosial kemasyarakatan yang memiliki reward dan punishment. Hukum adat di dalam lintasan masyarakat Nusantara…