Nasaruddin Umar

Biografi

Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.

IMAM BESAR MASJID ISTIQLAL JAKARTA

Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. adalah Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Guru Besar Ilmu Tafsir di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, dan rektor Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Agama (2011-2014) dan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam di Kementerian Agama Republik Indonesia. Ia juga pendiri organisasi lintas agama Masyarakat Dialog antar Umat Beragama dan anggota dari Anggota Indonesia-UK Islamic Advisory Group yang didirikan oleh mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair.

Ia berasal dari Ujung, Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan dan memiliki pasangan Helmi Halimatul Udhmah serta dua putra dan satu putri. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Pesantren As’adiyah, Sengkang, Wajo, ia melanjutkan studinya di Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Ujung Pandang pada 1980-an, dan lulus dengan penghargaan sebagai mahasiswa teladan di kampus tersebut. Ia kemudian melanjutkan studi di IAIN/UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta dan mendapatkan gelar magister (1992) serta doktor, dengan predikat terbaik (1998). Pak Nasar, sapaan akrabnya, menulis disertasi tentang Perspektif Gender dalam Alquran, dan dinobatkan sebagai alumni terbaik oleh UIN Syarif Hidayatullah. Selama studi menuju doktor, ia sempat menjadi salah satu mahasiswa tamu di Universitas McGill, Montreal, Kanada (1993-1994), Universitas Leiden, Belanda (1994-1995), dan Université Sorbonne (1995). Setelah meraih gelar doktor, ia pernah menjadi sarjana tamu di Shopia University, Tokyo (2001), School of Oriental and African Studies, University of London (2001-2002), Georgetown University, Washington DC (2003-2004) dan di Université Sorbonne Nouvelle-Paris III. Ia adalah penulis dari 20 lebih judul buku, di antaranya Argumen Kesetaraan Jender—Perspektif Al-Quran (Paramadina, 1999). Sebagai Guru Besar di UIN Syarif Hiyatullah, sampai saat ini Pak Nasar masih aktif membimbing mahasiswa untuk penulisan skripsi S1, tesis S2 dan disertasi S3. Sejak 2006 pula, Pak Nasar adalah rektor Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an, selama empat peiode sampai saat ini.

Pada 2014 ia dianugerahi Bintang Maha Putra Utama oleh Presiden Republik Indonesia.

Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. adalah Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Guru Besar Ilmu Tafsir di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, dan rektor Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Agama (2011-2014) dan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam di Kementerian Agama Republik Indonesia. Ia juga pendiri organisasi lintas agama Masyarakat Dialog antar Umat Beragama dan anggota dari Anggota Indonesia-UK Islamic Advisory Group yang didirikan oleh mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair.

Ia berasal dari Ujung, Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan dan memiliki pasangan Helmi Halimatul Udhmah serta dua putra dan satu putri. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Pesantren As’adiyah, Sengkang, Wajo, ia melanjutkan studinya di Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Ujung Pandang pada 1980-an, dan lulus dengan penghargaan sebagai mahasiswa teladan di kampus tersebut. Ia kemudian melanjutkan studi di IAIN/UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta dan mendapatkan gelar magister (1992) serta doktor, dengan predikat terbaik (1998). Pak Nasar, sapaan akrabnya, menulis disertasi tentang Perspektif Gender dalam Alquran, dan dinobatkan sebagai alumni terbaik oleh UIN Syarif Hidayatullah. Selama studi menuju doktor, ia sempat menjadi salah satu mahasiswa tamu di Universitas McGill, Montreal, Kanada (1993-1994), Universitas Leiden, Belanda (1994-1995), dan Université Sorbonne (1995). Setelah meraih gelar doktor, ia pernah menjadi sarjana tamu di Shopia University, Tokyo (2001), School of Oriental and African Studies, University of London (2001-2002), Georgetown University, Washington DC (2003-2004) dan di Université Sorbonne Nouvelle-Paris III. Ia adalah penulis dari 20 lebih judul buku, di antaranya Argumen Kesetaraan Jender—Perspektif Al-Quran (Paramadina, 1999). Sebagai Guru Besar di UIN Syarif Hiyatullah, sampai saat ini Pak Nasar masih aktif membimbing mahasiswa untuk penulisan skripsi S1, tesis S2 dan disertasi S3. Sejak 2006 pula, Pak Nasar adalah rektor Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an, selama empat peiode sampai saat ini.

Pada 2014 ia dianugerahi Bintang Maha Putra Utama oleh Presiden Republik Indonesia.